Semburat Cinta Lily (Bagian 8)
Semburat Cinta Lily (Bagian 8) Suatu hari saat Lily berjalan menyusuri jalanan berbatu (tlasahan) yang menghubungkan kampungnya dengan kampung sebelah ia terhenti di salah satu tiang listrik yang berdiri kokoh dengan sebuah kawat pancang yang tertanam di tengah sawah yang tergenang air. Si empunya sawah hendak menanam padi rupanya. Ia memandangi tiang listrik itu masih sama keadaannya seperti beberapa tahun yang lalu. Seketika air matanya berlinang. Ia mengenang masa itu. ........ Pagi itu sekolah Lily dan sekolah sebelahnya gempar. Seluruh siawa dan guru berhamburan tanpa bisa dicegah. Warga sekitar juga berhamburan mendekati tiang listrik itu. Bereka berdesakkan ingin melihat sesuatu tapi tetap menjaga jarak. Ada yang menangis ada pula yang berlari sambil menjinjing sebagian baju bawahnya serasa ingin segera bergegas melakukan sesuatu. Anak sekolah yang mendekat dihalau pergi. Sebagian menurut sebagian yang lain menyelinap diantara orang dewasa. Lily yang saat itu duduk di k...