Semburat Cinta Lily (Bagian 6)
Pagi yang cerah di hari minggu mengajak setiap warganya beraktifitas melawan dingin. Telihat barisan perempuan desa menuruni jalan curam berbatu timur jembatan menuju sungai dengan membawa ember baik digendong maupun dijinjing. Ternyata di sungai sudah banyak perempuan desa yang mendahului beraktifitas. Mayoritas mencuci, mandi keramas, anak-anak kecil berenang dan bermain air, ada pula yang mengosok badan, tangan, kaki dengan batu. Aktifitas yang menyenangkan di minggu pagi di salah satu sisi jembatan. Sebagian yang lain dibagian bawah sedang duduk telanjang pantat yang di tenggelamkan ke dalam aliran air. (stttt...dengan buang air besar).
Ditepi sungai ada sumber air yang tertampung dalam kolam buatan dari semen yang berlumut berada dibawah akar pohon beringin raksasa yang berjuntai dan menyebul mengelilingi kolam. Disana terlihat beberapa orang tengah membilas diri, yang lainnya mengisi jun (gerabah penampung air) untuk keperluan memasak. Ditrap bagian bawahnya ada pula pancuran mata air kiriman dari sumber bening mengalir. Terlihan dua orang tengah mandi bergantian menggerujug diri di pancuran itu.
"Yu...minta tolong gosokkan batu ini ke punggungku..kok rasane suker(risih)!" kata salah satu perempuan paruh baya minta tolong kenperempuan di sebelahnya yang juga tengah mandi.
"Sini...kurang keras tidak?" tanya perrmpua yang dimintai tolong saat mengosok punggungnya
"Ya...segitu saja...keluar to bolotnya (daki)..?"
"Keluar.."
"Sudah...sini gantian kamu saya gosok...enak lho nanti"
"Awas Yu...ada yang lewat" tegurnya sambil menari tangan Yu Nah saat melihat kotoran manusia melintas di aliran sungai tempat mereka mandi.
"Wah..sudah mandi semua ya.. Aku telat?" seru salah seorang perempuan yang baru datang dengan membawa satu ember penuh pakaian kotor. Ia langsung bergabung dan membasahi satu persatu pakaian kotor dan menumpuknya diatas batu.
"Kenapa telat....?" tanya perempuan Yu Nah yang sudah selesai mandi.
"Adang (masak) nasi jagung dulu, kayu bakarnya blebes (cepet terbakar), jadi lama habisnya nunggu tungku terus" jawab perempuan itu
"Ly...tumben kamu kesini, biasanya Ibumu di sungai atas?" tanya perempuan itu pada Lily penuh keheranan. Karena Lily jarang ke aliran sungai itu.
"Iya...Mbokde(perempuan dewasa yang dituakan), Lily pengin saja. Lebih rame disini sekalian ambil air belik.
Mereka asyik mencuci, membersihkan diri dan bercengkrama satu sama lain. Terkadang juga membicarakan agenda pengajian, kondangan jenguk bayi, atau terkadang juga membicarakan orang lain alias bergosip.
"Mari Mbokde..Yu dan Mbak...saya duluan" Lily pamitan dengan menggendong jirigen berisi air belik dan menjinjing perlengkapan mandi di ember.
"Ya...hati-hati!" jawab para perempuan itu nyaris serentak.
"Bruuuuuuk!!!" terdengar dentuman keras di sungai tepat diatas para perempuan tadi mandi dan mencuci.
" Haaaaa..!!!!!!!"
"Masyaallah...!!!"
"Duh Gusti...!!!!"
Jeritan sahut menyahut para perempuan itu sambil berlarian menepi
Ada yang bergegas memakai baju, ada yang berlari membawa barang cuciannya dengan handuk mandinya ada pula yang menangis diatas batu besar.
Sebuah mobil terjun dari atas sisi jembatan dan terjatuh di kedung pemandian sapi tepat diatas mereka. Tak selang lama berdatangan warga mengerumuni mobil itu ada pula yang berusaha menolong ada pula yang menonton saja. Mendadak pagi itu terasa menyeramkan. Aliran sungai mendadak berubah jadi merah.....
.................
Bersambung
...........
#30dwc
#30dwcjilid15
#squad2
#day13

Komentar
Posting Komentar