Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2018

BATIK MIPA HIJAU TOSKA (Bagian 4)

Gambar
Batik MIPA Hijau Toska (Bagian 4) Di kejauhan tampak di tengah jalan sesuatu berwarna mirip jaget putranya dan segera Bu sesi berhenti. “Subhanallah ini jaket anakku...” Seru bu Sesi. Entah sudah terlindas kendaraan berapa kali jaket itu karena basah menghitam oleh debu jalanan dan air hujan. Tidak jauh dari jaket itu tergeletak kain kumal di pinggir jalan. Setelah dilihatnya itu kain batik MIPA yang ia cari yang bercampur lumpur dan air hujan. “Subhanallah walhamdulillah wala. ilaha illallahu allahu akbar...jaket dan batik itu masih rejeki saya dan sudahlah saya ikhlas botol minumnya tidak ketemu” bisik Bu Sesi. Beliau segera meluncur ke rumah dengan sejuta syukur tak terkira sudah mendapatkan banyak pelajaran berharga sepanjang perjalanan pencarian kain batik MIPA hijau toska itu. Bahkan saat bertemu Bu Uus ia kisahkan pengalamannya tak henti-hentinya ucap syukur meluncur dari kedua guru itu. Wali kelas dan BK pengasuh siswa penerima kertas biru dan pemberi kain batik MIPA ...

BATIK MIPA HIJAU TOSKA (Bagian 3)

Gambar
BATIK MIPA HIJAU TOSKA (Bagian 3) Pada kesempatan esok harinya saat mengantar putranya ke taman pintar disempatkan lagi mencari dengan memperhatikan isyarat “mengantung di handel loker”. Nah akhirnya ditemukan juga di meja kerja Bu Riri. Setelah dibuka takjub rasa hati Bu Sesi Batik dengan motif rumus kimia – mata pelajaran yang diampunya- berwarna hijau toska. Tersanjung rasanya mendapat bingkisan dari murid yang pernah walikan kelasnya padanya selembar batik dengan warna model terkini dan bermotif mata pelajaran yang diajarkannya. Di dalam bingkisan tertulis lengkap pengirim alamat sosial media usaha dan nomor telepon sebagai label produk usaha. Rasa bangga dan bersyukur menyelimuti pagi hati itu. Segera setelah itu Bu Sesi meluncur ke Taman pintar bersama kedua putra/putrinya untuk menikmati liburan. Puas bermain hari sudah mulai gelap oleh sebaran mendung kelabu yang membawa titik hujan. Gemuruh terdengar mengisyaratkan akan segera turun hujan. Liburan di taman Pintar segera...

BATIK MIPA HIJAU TOSKA (Bagian 2)

Gambar
BATIK MIPA HIJAU TOSKA (Bagian 2) ......... Kenangan masa itu membuat Bu Uus senyum sendiri di aula workshop. Beberapa hari setelah kontak terakhir Tria dan Temannya datang ke sekolah untuk melepas rindu setelah hampir empat tahun tidak bertemu dan saling kontak. Sepeninggal Tria dan temannya, Bu Uus menanyakan kepada teman guru yang sedang menyelesaikan tugas kuliah S2nya (Bu Wati) tentang keikutsertaan Bu Sesi Wali kelas Tria saat masih ke sekolah ke Tawangmangu untuk kunjungan lapangan keas IPS besok pagi. Mendapat informasi jika Bu Sesi ikut maka Bu Us meletakkan bingkisan Batik MIPA hijau toska itu di handle loker meja yang ditunjukan Bu Wati. Ini dilakukan mengingat saat itu masih hari libur sekolah dan Bu Uus ingin segera menyampaikan titipan itu ke Bu Sesi. Setelah menggantungkan bingkisan yang dibungkus tas kertas itu Bu Uus mengirim pesan melalui media sosial untuk segera diambil. “Maaf Bu Sesi ada bingkisan spesial buat ibu dari Mas Tria saya gantung di handle lok...

BATIK MIPA HIJAU TOSKA (Bagian1)

Gambar
BATIK MIPA HIJAU TOSKA (Bagian1) Suatu pagi dingin menggingit diantara hujan rintik-rintik di sebuah villa di Kaliurang. Membubung rasa bahagia hati Bu Uus saat tiba-tiba disapa di saluran media sosial Line tepat di hari PGRI 17 November 2013. Ini seolah menjadi bingkisan terindah pada hari itu yakni dikenang oleh seorang muridnya yang telah lulus tujuh semester yang lalu. “Assalamu’alaikum Bu Guru” Sapa Tria Heru. “’Alaikum salam, Apa kabar Mas Tria” balas Bu Uus. “Alhamdulillah...Bu baik, maaf saya lama tidak memberi kabar” Tidak disangka apa yang dipikirkan Bu Uus selama ini bahwa ia  lama tidak mendapat kabar muridnya yang diterima di UNY Kimia yang sering dikisahkan selama sekolahnya. Saat itu Tria dinyatakan lulus ada ujian ulang untuk mata pelajaran kimia. Karena kemiskinan keluarga ia memutuskan untuk bekerja saja, jauh panggang dari api jika ia kuliah. Selama ini orang tuanya menitipkan ia ke neneknya di desa. Hidup bersahaja dengan tata krama yang kental. Pa...

AKU DEPRESI

Gambar
                       Aku Depresi Masih terngiang saat ibuku menemui kepala sekolah awal tahun pelajaran ini. Beliau menyampaikan jika aku tidak berhasil menguasai perasaan depresiku aku diijinkan pindah sekolah atau kembali pada orang tua. apakah aku memang orang depresi?. aku sendiri bingung. Entah mengapa aku merasa pada waktu tertentu aku merasa semua orang melihatku dan mengawasiku dengan saksama. Rasanya aku tak bisa berbuat banyak. takut salah sikap ataupun salah bertindak. Ya Tuhan....... apa sebenarnya yang terjadi padaku. Aduuuhhhhh Siang yang panas ini kuberanikan diri masuk ruang guru di sebelah ruang kelas ku. sekalian ngadem kan ada AC-nya. "Assalamu'alaikum..." selaku sambil membuka pintu "wa'alaikum salam...silahkan masuk!" Jawab Bu UUs yang tengah sibuk di depan komputer menghentikan aktifitasnya untuk menghampiriku. Beliau menyiapkan kursi di sebelah komputer tempat beliau beraktifitas. " Sini....

3 Kata Mulia

Gambar
3 Kata Mulia Beberapa bulan terakhir  ada keluhan dari teman guru dengan adanya siswa yang enggan mengikuti pelajaran. Ada yang berlama-lama saat di kantin sekolah ataupun saat ijin ke toilet. Mau tidak mau keadaan seperti ini mengganggu. Baik keadaan kelas maupun prestasi dari siswa itu sendiri, bisa tidak mendapat nilai atau sekedar nilai rendah. Ya..itu resiko. Sebenarnya ada pelajaran berharga di balik peristiwa hubungan guru dan siswa. Tepatnya terkait dengan rejeki dan lahan ibadah. Ada siswa yang ia menunjukkan sikap kacau pada guru tertentu. Ini bisa dimaknai ada sesuatu yang dikehendaki terjadi antara siswa guru sehingga sangat tidak baik jika kacaunya siswa pada jam pelajaran itu dilaporkan ke wali kelas atau guru BK bahkan kepala sekolah. Hendaknya guru tersebut berinteraksi dengan siswa yang mencuri perhatiannya. Nah disini diperlukan kesediaan guru untuk belajar komunikasi terapiotik. Manfaatnya banyak untuk mendidik diantara tugas mengajar guru. Bila ke...

KACA MASA DEPAN

KACA MASA DEPAN Seorang gadis cantik datang mengetuk pintu dan segera masuk setelah terbuka. Disodorkannya selembar kertas kuning bergambar denah dengan kata-kata yang tertulis singkat. "Apa ini Mbak?" tanya bu Uus Anak itu hanya menunjukkan tulisan yang menimpa peta. Terbaca "I can't speak in front of my friends" "Bu I can write anything" "I lose!!!" "How...how...how.......?" Bu Uus kemudian memandang gadis itu seraya bertanya "I you sure, You 're a loser?" Gadis itu mengangguk "sayang, apa sebenarnya yang kamu alami?" Gadis yang biasa dipanggil Didi itu kemudian menceritakannya.  Ia benar -benar merasa jadi pecundang karena ia tudak bisa presentasi dengan baik. Ia dittwrtawakan didepan kelas. Ia tak sanggup memandang temannya mentertawakan. Ia tutup hidungnya, sesekali tutup mulutnya dan akhirnya tangannya dikibaskan. Ia merasa begitu menyedihkan. Bu Uus kemudian memegang pundak Didi. ...