KACA MASA DEPAN
KACA MASA DEPAN
Seorang gadis cantik datang mengetuk pintu dan segera masuk setelah terbuka. Disodorkannya selembar kertas kuning bergambar denah dengan kata-kata yang tertulis singkat.
"Apa ini Mbak?" tanya bu Uus
Anak itu hanya menunjukkan tulisan yang menimpa peta.
Terbaca
"I can't speak in front of my friends"
"Bu I can write anything"
"I lose!!!"
"How...how...how.......?"
Bu Uus kemudian memandang gadis itu seraya bertanya
"I you sure, You 're a loser?"
Gadis itu mengangguk
"sayang, apa sebenarnya yang kamu alami?"
Gadis yang biasa dipanggil Didi itu kemudian menceritakannya. Ia benar -benar merasa jadi pecundang karena ia tudak bisa presentasi dengan baik. Ia dittwrtawakan didepan kelas. Ia tak sanggup memandang temannya mentertawakan. Ia tutup hidungnya, sesekali tutup mulutnya dan akhirnya tangannya dikibaskan. Ia merasa begitu menyedihkan.
Bu Uus kemudian memegang pundak Didi.
"Didi merasa kalah. Karena tidak bisa bicara dengan baik di depan kelas. Siapa sebenarnya yang mengalahkanmu?"
Didi menggeleng.
"Didi mau bicara lancar?" tanya Bu Uus
Didi mengangguk
"Didi lihat ibu ya, tetap berusaha lihat ibu tanpa boleh menggigut bibir ke gigi" instruksi Bu Uus Pelan
"Ok, bagus, pertahankan ya...sekali gigit bisa kena denda 10K! Support Bu Uus.
"Didi bayangkan meja Bu Us ini adalah kaca masa depanmu, sekarang bayangkan dalam kaca ini apa yang kamu ingin lakukan dengan baik!"
Didi tampak berusaha keras.
"Nah sekarang apa yang kamu lihat di kaca masa depan itu"
"Saya bicara dengan lancar, tidak menuduk, dan tidak ada teman yang tertawa melihat saya" kata Didi
"Lalu apa yang terjadi?" lanjut bu Uus
"teman-teman tepuk tangan da Guru bilang bagus..." Didi menyampaikan dengan penuh semangat.
"Bagaimana perasaanmu saat itu"
"senang sekali Bu" jawab Didi
Sesaat kemudian Bu Uus meminta Didi berdiri dan menmpraktekkan apa yang dilihat di kaca masa depannya. Dengan malu-malu Didi mencoba. Da Bu Uus memintanya mengulang agar seperti bayangan Didi. Didi bisa melakukannya disambut tepuk tangan dari Bu Uus dan juga ucapan selamat. Didi tersenyum lega.
"Didi, siapa sekarang yang kalah?"
Tanya Bu Uus,
"Bukan Didi Bu" Jawab Didi tersenyum.
"Yuk sini kita liha betapa cantiknya Didi!" ajak Bu Uus pada Didi menuju cermin besar dekat pintu.
Bu Uus memandu Didi bercermin dengan gaya terbaik seerti bayangan Didi ditambah dengan beberapa penguatan.
Didi tersenyum lebar danta ingin menggigit bibirnya lagi takut didenda 10K.
#30dwc
#30dwcjilid15
#30dwcjilid15squad2
#day1
Seorang gadis cantik datang mengetuk pintu dan segera masuk setelah terbuka. Disodorkannya selembar kertas kuning bergambar denah dengan kata-kata yang tertulis singkat.
"Apa ini Mbak?" tanya bu Uus
Anak itu hanya menunjukkan tulisan yang menimpa peta.
Terbaca
"I can't speak in front of my friends"
"Bu I can write anything"
"I lose!!!"
"How...how...how.......?"
Bu Uus kemudian memandang gadis itu seraya bertanya
"I you sure, You 're a loser?"
Gadis itu mengangguk
"sayang, apa sebenarnya yang kamu alami?"
Gadis yang biasa dipanggil Didi itu kemudian menceritakannya. Ia benar -benar merasa jadi pecundang karena ia tudak bisa presentasi dengan baik. Ia dittwrtawakan didepan kelas. Ia tak sanggup memandang temannya mentertawakan. Ia tutup hidungnya, sesekali tutup mulutnya dan akhirnya tangannya dikibaskan. Ia merasa begitu menyedihkan.
Bu Uus kemudian memegang pundak Didi.
"Didi merasa kalah. Karena tidak bisa bicara dengan baik di depan kelas. Siapa sebenarnya yang mengalahkanmu?"
Didi menggeleng.
"Didi mau bicara lancar?" tanya Bu Uus
Didi mengangguk
"Didi lihat ibu ya, tetap berusaha lihat ibu tanpa boleh menggigut bibir ke gigi" instruksi Bu Uus Pelan
"Ok, bagus, pertahankan ya...sekali gigit bisa kena denda 10K! Support Bu Uus.
"Didi bayangkan meja Bu Us ini adalah kaca masa depanmu, sekarang bayangkan dalam kaca ini apa yang kamu ingin lakukan dengan baik!"
Didi tampak berusaha keras.
"Nah sekarang apa yang kamu lihat di kaca masa depan itu"
"Saya bicara dengan lancar, tidak menuduk, dan tidak ada teman yang tertawa melihat saya" kata Didi
"Lalu apa yang terjadi?" lanjut bu Uus
"teman-teman tepuk tangan da Guru bilang bagus..." Didi menyampaikan dengan penuh semangat.
"Bagaimana perasaanmu saat itu"
"senang sekali Bu" jawab Didi
Sesaat kemudian Bu Uus meminta Didi berdiri dan menmpraktekkan apa yang dilihat di kaca masa depannya. Dengan malu-malu Didi mencoba. Da Bu Uus memintanya mengulang agar seperti bayangan Didi. Didi bisa melakukannya disambut tepuk tangan dari Bu Uus dan juga ucapan selamat. Didi tersenyum lega.
"Didi, siapa sekarang yang kalah?"
Tanya Bu Uus,
"Bukan Didi Bu" Jawab Didi tersenyum.
"Yuk sini kita liha betapa cantiknya Didi!" ajak Bu Uus pada Didi menuju cermin besar dekat pintu.
Bu Uus memandu Didi bercermin dengan gaya terbaik seerti bayangan Didi ditambah dengan beberapa penguatan.
Didi tersenyum lebar danta ingin menggigit bibirnya lagi takut didenda 10K.
#30dwc
#30dwcjilid15
#30dwcjilid15squad2
#day1
Komentar
Posting Komentar