BATIK MIPA HIJAU TOSKA (Bagian 3)

BATIK MIPA HIJAU TOSKA
(Bagian 3)

Pada kesempatan esok harinya saat mengantar putranya ke taman pintar disempatkan lagi mencari dengan memperhatikan isyarat “mengantung di handel loker”. Nah akhirnya ditemukan juga di meja kerja Bu Riri. Setelah dibuka takjub rasa hati Bu Sesi Batik dengan motif rumus kimia – mata pelajaran yang diampunya- berwarna hijau toska. Tersanjung rasanya mendapat bingkisan dari murid yang pernah walikan kelasnya padanya selembar batik dengan warna model terkini dan bermotif mata pelajaran yang diajarkannya. Di dalam bingkisan tertulis lengkap pengirim alamat sosial media usaha dan nomor telepon sebagai label produk usaha. Rasa bangga dan bersyukur menyelimuti pagi hati itu.

Segera setelah itu Bu Sesi meluncur ke Taman pintar bersama kedua putra/putrinya untuk menikmati liburan. Puas bermain hari sudah mulai gelap oleh sebaran mendung kelabu yang membawa titik hujan. Gemuruh terdengar mengisyaratkan akan segera turun hujan. Liburan di taman Pintar segera dituntaskan dan pulang ke rumah yang berjarak sekitar lima belas kilometer. Dikenakan mantel hujan pelindung badan, dan si kecil ogah pakai jaket akhirnya jaket dimasukkan tas kertas bersama bingkisan kain batik itu. Bertanya dalam hati apakah tas ini cukup kuat menahan beban kain dan jaket. Ah, Cuma sebentar kata hati meyakinkan.

Di dalam pejalanan hujan turun dengan derasnya yang membuat Bu Sesi berkonsentrasi  penuh untuk mempercepat berkendaranya agar segera sampai rumah.
“Alhamdulillah sampai juga...” bisik Bu Sesi dalam hati
Saat anak-anak turun dari motor dan hendak menurunkan barang bawaan alangkah terkejutnya Bu Sesi. Tas kertas itu hanya bersisa gantungannya dan isinya dipastikan jatuh.
Bu Sesi terkejut dan meminta anak-anak segera masuk rumah dan mengurus diri.
“Kakak...Adik... segera masuk rumah ya, Ibu akan mencoba cari jaket adik yang jatuh” Minta Bu Sesi.
“Iya Bu, hati-hati...” jawab kedua anak itu.

Bu Sesi melaju pelan dengan memperhatikan sepanjang jalan yang tadi di lewati, berharap masih bisa menemukan tas kertas yang berisi batik MIPA, jaket dan botol minum itu. Bu sesi meyakini jika tas itu jatuh karena tak tahan menahan air hujan, jadi ia tak akan mencari jauh-jauh kecuali ditempat yang jatuh air hujan yang menderas. Sampai ujung turun hujan deras ia berbalik dan terus menyebar pandangan mata elang mencari barang itu.....dan tergolek bungkusan tas berwarna hitam di pinggir jalan. Diambilnya tas itu dan isinya...sebuah tas ransel dengan nota pembelian.
“Aduh kasihan si tuan pasti akan mencari-cari tas ini untuk putranya... ya Allah kalau ini rejeki tuannya pasti saya akan ketemu dengannya nanti.” Bisik hari Bu Sesi.

Berkendara sekitar satu kilometer terlihat seorang ibu-ibu dipinggir jalan tampak mencari-cari sesuatu. Bu Sesi menghampirinya dan menanyakan apakah ibu mencari sesuatu dan ternyata dugaanya benar. Ibu itu mencari kantong hitam berisi tas ransel. Tampak bahagia tak terkira wajah ibu itu menemukan barang yang dicarinya dan berucap terima kasih yang tulus kepada Bu Sesi. Akhirnya Bu Sesi melanjutkan untuk mencari tas kertas itu diiringi doa dari ibu bahagia tadi.
Bersambung........

#30dwc
#30dwcjilid15
#30dwc15squad2

  • #day6

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Semburat Cinta Lily (Bagian 5)

Semburat Cinta Lily (Bagian 7)

Semburat Cinta Lily (Bagian 6)