BATIK MIPA HIJAU TOSKA (Bagian 2)
BATIK MIPA
HIJAU TOSKA
(Bagian 2)
.........
Kenangan masa itu membuat Bu Uus senyum sendiri di aula workshop.
Beberapa hari setelah kontak terakhir Tria dan Temannya datang ke sekolah untuk melepas rindu setelah hampir empat tahun tidak bertemu dan saling kontak. Sepeninggal Tria dan temannya, Bu Uus menanyakan kepada teman guru yang sedang menyelesaikan tugas kuliah S2nya (Bu Wati) tentang keikutsertaan Bu Sesi Wali kelas Tria saat masih ke sekolah ke Tawangmangu untuk kunjungan lapangan keas IPS besok pagi. Mendapat informasi jika Bu Sesi ikut maka Bu Us meletakkan bingkisan Batik MIPA hijau toska itu di handle loker meja yang ditunjukan Bu Wati. Ini dilakukan mengingat saat itu masih hari libur sekolah dan Bu Uus ingin segera menyampaikan titipan itu ke Bu Sesi.
Setelah menggantungkan bingkisan yang dibungkus tas kertas itu Bu Uus mengirim pesan melalui media sosial untuk segera diambil.
“Maaf Bu Sesi ada bingkisan spesial buat ibu dari Mas Tria saya gantung di handle loker meja mohon segera diambil”
Menengok media sosial yang tidak direspon Bu Uus mengulang pesannya di beranda media sosial yang di situ Bu Sesi berkomentar. Akhirnya responpun datang.
“Ya Bu Uus nanti sesampainya di sekolah akan saya ambil”
Selang sehari kemudian muncul pesan dari Bu Sesi yang mengabarkan jika awalnya tidak ditemukan tapi setelah dicari harin berikutnya ada tergantung di loker meja guru lain.
“Terima kasih Bu Us, batiknya cantik sekali”
“Klo boleh tahu siapa saja yang diberi? “ tanya Bu Sesi.
“Spesial buat Bu Us dan Bu Sesi...?” respon Bu Us.
Dalam suatu kesempatan pulang sekolah tiba-tiba Bu Sesi bersama putranya yang masih TK menyapa Bu Us dan mengajaknyan berhenti sejenak di depan kantin. Bu Sesi menceritakan betapa Batik MIPA hijau Toska itu membelajarkan. Ketika pulang dari Tawangmangu Bu Sesi yang hendak segera pulang tidak menemukan bingkisan yang Bu Us maksudkan berada di meja kerjanya.
Pada kesempatan esok harinya saat mengantar putranya ke taman pintar disempatkan lagi mencari dengan memperhatikan isyarat “mengantung di handel loker”. Nah akhirnya ditemukan juga di meja kerja Bu Riri. Setelah dibuka takjub rasa hati Bu Sesi Batik dengan motif rumus kimia – mata pelajaran yang diampunya- berwarna hijau toska. Tersanjung rasanya mendapat bingkisan dari murid yang pernah walikan kelasnya padanya selembar batik dengan warna model terkini dan bermotif mata pelajaran yang diajarkannya. Di dalam bingkisan tertulis lengkap pengirim alamat sosial media usaha dan nomor telepon sebagai label produk usaha. Rasa bangga dan bersyukur menyelimuti pagi hati itu. Bersambung......
#30dwc
#30dwcjilid15
#30dwc15squad2
#day5
HIJAU TOSKA
(Bagian 2)
.........
Kenangan masa itu membuat Bu Uus senyum sendiri di aula workshop.
Beberapa hari setelah kontak terakhir Tria dan Temannya datang ke sekolah untuk melepas rindu setelah hampir empat tahun tidak bertemu dan saling kontak. Sepeninggal Tria dan temannya, Bu Uus menanyakan kepada teman guru yang sedang menyelesaikan tugas kuliah S2nya (Bu Wati) tentang keikutsertaan Bu Sesi Wali kelas Tria saat masih ke sekolah ke Tawangmangu untuk kunjungan lapangan keas IPS besok pagi. Mendapat informasi jika Bu Sesi ikut maka Bu Us meletakkan bingkisan Batik MIPA hijau toska itu di handle loker meja yang ditunjukan Bu Wati. Ini dilakukan mengingat saat itu masih hari libur sekolah dan Bu Uus ingin segera menyampaikan titipan itu ke Bu Sesi.
Setelah menggantungkan bingkisan yang dibungkus tas kertas itu Bu Uus mengirim pesan melalui media sosial untuk segera diambil.
“Maaf Bu Sesi ada bingkisan spesial buat ibu dari Mas Tria saya gantung di handle loker meja mohon segera diambil”
Menengok media sosial yang tidak direspon Bu Uus mengulang pesannya di beranda media sosial yang di situ Bu Sesi berkomentar. Akhirnya responpun datang.
“Ya Bu Uus nanti sesampainya di sekolah akan saya ambil”
Selang sehari kemudian muncul pesan dari Bu Sesi yang mengabarkan jika awalnya tidak ditemukan tapi setelah dicari harin berikutnya ada tergantung di loker meja guru lain.
“Terima kasih Bu Us, batiknya cantik sekali”
“Klo boleh tahu siapa saja yang diberi? “ tanya Bu Sesi.
“Spesial buat Bu Us dan Bu Sesi...?” respon Bu Us.
Dalam suatu kesempatan pulang sekolah tiba-tiba Bu Sesi bersama putranya yang masih TK menyapa Bu Us dan mengajaknyan berhenti sejenak di depan kantin. Bu Sesi menceritakan betapa Batik MIPA hijau Toska itu membelajarkan. Ketika pulang dari Tawangmangu Bu Sesi yang hendak segera pulang tidak menemukan bingkisan yang Bu Us maksudkan berada di meja kerjanya.
Pada kesempatan esok harinya saat mengantar putranya ke taman pintar disempatkan lagi mencari dengan memperhatikan isyarat “mengantung di handel loker”. Nah akhirnya ditemukan juga di meja kerja Bu Riri. Setelah dibuka takjub rasa hati Bu Sesi Batik dengan motif rumus kimia – mata pelajaran yang diampunya- berwarna hijau toska. Tersanjung rasanya mendapat bingkisan dari murid yang pernah walikan kelasnya padanya selembar batik dengan warna model terkini dan bermotif mata pelajaran yang diajarkannya. Di dalam bingkisan tertulis lengkap pengirim alamat sosial media usaha dan nomor telepon sebagai label produk usaha. Rasa bangga dan bersyukur menyelimuti pagi hati itu. Bersambung......
#30dwc
#30dwcjilid15
#30dwc15squad2
#day5

Komentar
Posting Komentar