Semburat Cinta Lily (Bagian 2)


Satu contoh diantaranya adalah kisah cinta Winda dan Rama Winda yang teman sekelas saat SMP dan jago berbahasa Inggris sangat terobsesi pada Rama. Rama merespon biasa saja, sadar ia disukai ia tidak merespon dan menanggapi wajar selayaknya bintang dengan fans fanatiknya. Peristiwa tatkala Rama genap 17 tahun, saat Winda datang membawa kue tart yang  cantik untuk Rama.

Saat istirahat berakhir Winda menyempatkan diri ke kelas Rama yang berjarak beberapa ruang dari kelas kami. Kabar yang berhasil disimpulkan adalah Rama menolak kue itu, Winda malu bukan kepalang dengan berlari ke kelas yang sedang aktif ber KBM. Ia menangis dan tiba-tiba rubuh-pingsan. Setelah dibawa ke UKS yang berada persis di  sebelah kelas kami Winda pelan-pelan mulai siuman, tidak sampai sepuluh menit kami mengurusnya, ia mengajak kami kembali ke kelas...dan kami lebih terkejut lagi karena iba-tiba ia ngakak...tertawa terbahak-bahak. Teman sekelas bingung dan ikut tertawa bahkan guru yang mengajar menggelengkan kepala tersenyum dan kelas kembali normal.

Kelas dua SMAnya banyak cerita...bukan cerita Lily tapi cerita teman-temannya yang unik. Sementara cerita Lily tak banyak, yang ia ingat tahun 1997 adalah tahun krisis ekonomi Indonesia dimulai. Saat ini sangat mengejutkannya, meski tak terlalu yakin dengan harapannya untuk kuliah kata-kata ibu Lily yang menyatakan bahwa keadaan sekarang ini sangat tidak memungkinkan buat Lily untuk kuliah. Meski Lily tahu kedua kakak Lily juga tidak kuliah. Tapi terpikir saat itu Lily  anak perempuan satu-satunya ingin kuliah. Awalnya diiyakan dan akhirnya dibatalkan. Dari sini semangat untuk bermimpi kuliah surut. Tapi masih sama...tak perlu neko-neko hanya saja juga tidak perlu ngoyo-berusaha keras toh cuma sampai SMA.
Lily tetap akan menamatkan SMA tapi tidak dengan prestasi optimal. Semangat belajar berkurang tapi semangat berIslam Lily bertambah. Lily mulai tertarik dengan dunia keakhwatan yang menyejukan. Kegiatan anak rohis Lily ikuti meski tidak berjilbab saat di sekolah tapi kalau kegiatan Lily mulai mengikuti gaya mereka. Lagu-lagu nasyid mulai Lily dalami dengan meminjam berminggu-minggu pada teman akhwat dan diputar tiap hari. Nada Murni dan Hijaz tahun 1997 mengasah batin hingga 14 tahun kemudian. Lagu-lagu itu begitu dahsyat menajamkan batin dan spiritual Lily.

“Manis kata akan menumbuhkan semangat orang yang mendapatkannya”
“Semangat adalah energi maka berlaku pula hukum kekekalan energi”

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Semburat Cinta Lily (Bagian 5)

Semburat Cinta Lily (Bagian 7)

Semburat Cinta Lily (Bagian 6)