Semburat Cinta Lily (Bagian 1)


Tidak terlalu teringat oleh Lily bagaimana awal ceritanya... yang jelas masuk SMA paling favorit di kota ini karena saran kakak keduanya yang juga sekolah di situ. Dasar anak kampung yang tidak mengerti apa-apa saat ada pendaftaran kolektif dari SMP asal ikut saja. Dan diantara hiruk pikuk anak-anak lulusan SMP melihat pengumuman penerimaan siswa baru Lily ikut nimbrung dan ya nomor pendaftaran Lily ada terpajang di situ. Setelah dilihat ya.. sudah berarti Lily harus sekolah di sini.

Hidup yang Lily jalani datar saja. Banyak imajinasi ini itu tapi malu berbuat. Mau berbuat percuma, karena bagi Lily mimpi harus ditahan karena ketidak berdayaan ekonomi orangtua. Tapi ini ada untungnya, dengan empat bersaudara dan Lily satu-satunya anak perempuan tidak pernah menuntut ini dan itu.

Semuanya berbasis harapan hati dan lantunan doa. Dikasih alhamdulillah, tidak dikasih ya.. mungkin besok dikasih. Karena itu Lily sangat menyayangi sekolah ini...yang penting ikuti alur..patuhi aturan yang ada, dan tidak perlu neko-neko dan irit, ini membuat Lily bersaudara tumbuh kreatif.

Tidak banyak yang mengenal Lily di sekolah yang besar itu... bukan anak populer. Tapi semua teman yang menarik perhatian,  Lily ikuti jejaknya dan diamati dengan seksama dalam angan. Sekali lagi karena Lily anak yang dibelenggu oleh keterbatasan....ekonomi.

Semua teman yang Lily amati tidak tahu jika sedang diamati sikapnya, tingkah lakunya, prestasinya bahkan  pribadinya. Ini adalah keuntungan tersendiri bagi Lily, artinya untuk merasakan aneka rasa hati tidak perlu mengalaminya sendiri. Dengan memperhatikan dan mengamati peristiwa yang dialami orang lain rasanya sama, mungkin ini yang sekarang ia ketahui namanya empati. Bersambung....

#30dwc
#30dwcjilid15
#squad2
#day8

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Semburat Cinta Lily (Bagian 5)

Semburat Cinta Lily (Bagian 7)

Semburat Cinta Lily (Bagian 6)