KONFERENSI KASUS MEMPERBAIKI HUBUNGAN ANAK DAN ORANG TUA

KONFERENSI KASUS 

MEMPERBAIKI HUBUNGAN ANAK DAN ORANG TUA

                                                                                                                                                                Foto: Umisol

Konferensi kasus merupakan kegiatan pendukung dalam layanan Bimbingan dan Konseling dalam bentuk pertemuan antara pihak-pihak yang dapat memberikan keterangan, kemudahan dan komitmen yang dibutuhkan dalam pengentasan masalah siswa (konseli). Layanan ini merupakan layanan lanjutan dari layanan yang diberikan oleh BK yang diselenggarakan mengingat urgensinya permaslahan. Layanan lanjutkan yang dimaksud adalah layanan yang di lakukan setelah beberapa layanan BK seperti Bimbingan Klasikal, Bimbingan Kelompok, Konseling Individu dan atau Kelompok, Kolaborasi, Kunjungan rumah yang dilakukan tidak memberikan efektifitas perubahan perilaku konseli. Dengan demikian maka diputuskan oleh BK dan atau Kesiswaan/Kurikulum untuk diselenggarakan Konferensi Kasus.

Konferensi kasus melibatkan Guru BK, Kepala Madrasah, Wakil Kepala Bidang Kesiswaan, Orang tua, Siswa dan pihak terkait masalah dan pengambilan keputusan seperti Koordinator Tata Tertib, Wali Kelas, Guru Mata Pelajaran dan pihak yang lainnya yang diperlukan. Oleh karena merupakan layanan lanjutan maka informasi terkait dengan permasalahan sudah dihimpun dari berbagi pihak yang terlibat didalamnya dan disertai dengan data-data otentik yang nantinya akan ditunjukkan dan dikonfirmasi ataupun dikonfrontasi dalam pertemuan.

Maksud dan tujuan pertemuan, dan bagaimana pertemuan akan dijalankan disampaikan ada pembukaan. Selanjutnya Kepala Madrasah akan memberikan sambutan sekaligus kebijakan dan motivasi positif untuk terselenggaranya kegiatan dan terentaskannya permasalahan. Siswa, orang tua dan wali kelas diberikan kesempatan untuk mengutaranya permasalahan yang dihadapi siswa, dilanjutkan pihak-pihak yang terlibat bergilirsn sesuasi kesepakatan. Setelah masing-masing pihak mengutarakan informasi dan data yang dimiliki maka moderator dalam hal ini bisa dari BK maupun kesiswaan memberikan kesempatan untuk mendiskusikannya untuk mendapatkan komentmen penyelesaiakan masalah. 

Kendala yang dihadapi dalam Konferensi Kasus adalah tidak terjalinnya komunikasi harmonis antara siswa dan orang tua. Pada beberapa kasus orang tua cenderung menyalahkan siswa atas masalah yang terjadi. demikian pula sebaliknya, anak merasa orang tua kurang memiliki keberpihakan pada siswa. Ini biasanya lebih pada tingkat persepsi masing-masing. Sebelum memasuki pengambilan komitmen penyelesaian maka baik Guru BK, Kesiswaan, Wali kelas mengingatkan akan pentingnya kerjasama dan saling terbuka, percaya satu sama lain dan menekankan bahwa semua pihak yang terlibat dalam Konferensi Kasus terutama siswa dan orang tua adalah satu tim yang harus solid.  

                                                                                                                                                Foto: Ilustrasi Komunikasi Islah

Pada tahap ini siswa dan orang tua diberi kesempatan berislah dan saling bicara untuk memperbarui komitmen dalam hubungan orang tua dan anak. Jika diperlukan pihak yang terlibat meninggalkan ruang untuk kesempatan tersebut atau Guru BK memandu dan terlibat langsung dalam komunikasi islah tersebut. Guru BK memberikan penguatan dan stimulus pengkondisian yang diperlukan untuk keberhasilan komunikasi islah tersebut. Guru BK juga dan atau pihak yang terkait memberikan dukungan pada perbaikan hubungan tersebut, bahkan tidak menutup kemungkinaan akan terjadi hubungan emosional yang dramatis antara siswa, orang tua dan pihak yang terlibat. Isak tangis dan pelukan emosioanal yang sarat makna tak jarang juga terjadi pada tahap ini.  Komunikasi islah ini yang sangat penting dalam memberikan jaminan pendampingan pada pengambilan komitmen penyelesaian masalah. 

Respon-respon positif, penguatan yang muncul di dalam pertemuan akan memberikan semangat tersendiri bagi siswa dan orang tua. Apapun hasil keputusan yang disepakati dalam pertemuan Konferensi kasus memberikan  stimulus akan adanya peristiwa komunikasi islah yang memperbaiki hubungan anak (siswa) dan orang tua. Kondisi ini jauh lebih bermanfaat bagi siswa dibandingkan dengan hasil konferensi kasus yang diperoleh. Mengapa demikian? Karena hubungan anak dan orang tua dalam keluarga terjalin lebih baik dengan komitmen baru yang lebih terkendali akibat diketahui, dikuatkan dan didukung oleh pihak-pihak yang terlibat dalam konferensi kasus. Ini adalah modal besar untuk menjalani hari-hari penuh tantangan bagi seorang siswa di amsa remaja.

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Semburat Cinta Lily (Bagian 5)

Semburat Cinta Lily (Bagian 7)

Semburat Cinta Lily (Bagian 6)